INDONESIA MENUJU TAHUN 2022 AKAN LEBIH BAIK DAN SEHAT DI BIDAN EKONOMI DAN BISNIS

 

milik BUMN di berbagai sektor.

Jubir INA Masyita crytalin, angkat bicara tentang sembilan sektor focus oleh SWT yang akan di investasikan di tahun depan dan yang baru di investasikan di tahun ini adalah bidang infrastuktur, dan rencana SWT ini akan membuka mintar investor di masa mendatang.

"Tahun depan akan banyak sekali minaat  [investasi]," kata Masyita di Jakarta, Jumat (19/11/2021).

 

Di katakan investasi INA akan melebarkan sayapnya di bidang telekomunikasi, kesehatan,energi baru, (renewable energy)juga fosil kawasan industridan infrakstuktur digital.

Selain itu  sektor pertanian dan perkebunan. juga sektor infrastruktur di bidang jalan tol, pelabuhan, dan bandara.

 sampai  saat ini sudah terdapat komitmen investasi senilai US$ 11,25 miliar atau kisaran Rp 159,75 triliun (asumsi kurs Rp 14.200) yang diterima INA untuk diinvestasikan ke jalan tol dan pelabuhan di delulur indonesia.

Dan juga US$ 7,5 miliar lainnya merupakan komitmen investasi atau Rp 106,50 triliun (asumsi kurs Rp 14.200/US$) dari DP World, perusahaan perusahaan perusahaan logistik multinasional asal Uni Emirat Arab yang akan di realisaikan.

Nantinya, DP World dan INA akan membentuk konsorsium dan tim kerja untuk menjajaki investasi infrastruktur logistik di Indonesia, termasuk investasi hinterland, terminal darat, taman kargo, sistem jaringan pengumpan, transportasi darat, dan kawasan industri di indonesia.

Beberapa waktu lalu pemerintah telah menambahkan modal kepada INA senilai Rp 60 triliun. Dengan demikian, saat ini total modal yang dimiliki oleh Lembaga Pengelola Investasi (LPI) INA ini telah mencapai Rp 75 triliun, sesuai dengan komitmen awal pemerintah indonesia kepada INA.

Penambahan modal ini berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) 110/2021 yang diteken  presiden Jokowi pada 29 Oktober 2021.

Seluruh bnatuan Dana ' dari pemerintah nantinya  INA akan gunakan untuk berinvestasi sekaligus untuk menarik investasi lembaga pengelola keuangan lainnya ke dalam negeri tercinta indonesia.

 

 

telah di tentukan dan di bahas bahwa tahun depan Indonesia mendapat kepercayaan untuk menjadi ketua G-20 sekaligus tuan rumah dari pertemuan negara besar di dunia tersebut. Sederet isu siap diangkat, agar perekonomian dunia  dan lebih kusus indonesia sendiri menjadi lebih baik nantinya.

"Di saat semua negara tengah memulihkan diri dari dampak ekonomi yang disebabkan oleh Pandemi Covid-19, Indonesia dipercaya memegang posisi keketuaan (presidensi) di G-20 tahun 2022," kata Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Jasa Keuangan dan Pasar Modal, Suminto dalam keterangan tertulis, Kamis lalu. 4/11/2021

 

G20 adalah forum yang beranggotakan sembilan belas negara dengan skala ekonomi terbesar di dunia plus Uni Eropa. Forum tersebut merepresentasikan 85% perekonomian global, 80% investasi global, 75% perdagangan internasional, dan 66% penduduk dunia. Dari Asia Tengara, hanya Indonesia yang berstatus sebagai anggota tetap dalam forum G20.

Forum ini dibentuk tahun 1999 untuk merespons krisis keuangan Asia yang berdampak pada pasar keuangan di negara-negara maju.


G20 juga dikenal sebagai forum yang lebih luwes dibandingkan forum seperti Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB). Keluwesan yang dimiliki G-20 berbeda dengan lembaga formal seperti PBB yang sangat terikat dengan formal treaty.

Tema yang di gunakan nantinya adalah Recover Together, Recover Stronger atau Pulih Bersama, Pulih dan Menjadi Lebih Kuat. Menurut Suminto, ini sesuai dengan kemampuan Indonesia yang berhasil pulih secara perlahan  dari pandemi covid 19 dan memberi insipirasi bagi banyak negara lain se asia tengara dan unieropa. 

Bisa di bilang  posisi presidensi  atau ketua G20 adalah kesempatan emas bagi bangsa Indonesia untuk berkontribusi dalam pemulihan ekonomi global dari dampak pandemi Covid-19. Jika amanah tersebut dapat diemban dengan baik, maka kepercayaan dunia internasional terhadap Indonesia akan kembali meningkat, dan banyak dampak positif yang bisa dirasakan. dalam bidan perekonomian dan bisnis antar negara Oleh karena itu, amanah yang diberikan kepada Indonesia sebagai presidensi atau ketua  G20, tidak boleh disia-siakan," oleh bangsa ini. sekian.

 

 

isnis.com, JAKARTA - Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) meminta tambahan anggaran sebesar Rp600 miliar untuk tahun anggaran 2022. Adapun, pagu anggaran TA 2022 yang sudah dialokasikan adalah sebesar Rp711,51 miliar. Menteri Bahlil Lahdalia mengatakan usulan penambahan anggaran itu untuk mengejar target capaian investasi di 2022 sebesar Rp1,2 kuadriliun atau Rp1.200 triliun. "Dalam rangka memenuhi target Rp1.200 triliun, kita kemarin telah mengusulkan untuk penambahan [anggaran] sekitar Rp600 miliar. Pada rapat sebelumnya sudah kami laporkan juga tentang permohonan anggaran tersebut," ujar Bahlil pada Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (22/9/2021).

Artikel ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul "Kejar Target Investasi Rp1.200 Triliun di 2022, BKPM Minta Tambahan Anggaran ", Klik selengkapnya di sini: https://ekonomi.bisnis.com/read/20210922/9/1445464/kejar-target-investasi-rp1200-triliun-di-2022-bkpm-minta-tambahan-anggaran.
Author: Dany Saputra
Editor : Hadijah Alaydrus

Download aplikasi Bisnis.com terbaru untuk akses lebih cepat dan nyaman di sini:
Android: http://bit.ly/AppsBisniscomPS
iOS: http://bit.ly/AppsBisniscomIOS

 

 

Komentar